Kehidupan Uje (Ustadz jefri Al-buchori)

          Jefri Al Buchori, ustad muda yang begitu akrab muncul di layar kaca itu kini telah tiada. Insiden kecelakaan tunggal dari atas motor gede menutup perjalanan 'hitam putih' kisah hidupnya.

Selama masa hidupnya, pria yang akrab disapa Uje itu sempat mencicipi hitam putih kehidupan sebelum akhirnya dikenal sebagai dai kondang. Siapa sangka dia sebelum menjadi ustad dia sempat terjebak ke dalam dunia hitam.

Besar di keluarga yang taat agama, anak dari pasangan M.Ismail Modal dan Tatu Mulyana itu dididik secara disiplin untuk mendalami Islam. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia pun sudah memperlihatkan tanda-tanda 'kelebihannya' di bidang agama. Saat kelas 5, Uje mengikuti MTQ, dan anak ketiga dari lima bersaudara ini berhasil meraih juara pertama.

Namun masa kelam dilaluinya ketika ia mulai masuk SMA di pesantren. Mengikuti arus pergaulan bebas, Uje sempat terjerembab dalam obat-obatan terlarang. Ia pun keluar dari pesantren dan berpindah-pindah sekolah. Namun, tetap Uje sering absen dan menghabiskan banyak waktunya di diskotek semalam suntuk.

Titik balik hidupnya muncul ketika ia pulang umroh dari Tanah Suci Mekah pada 1994. Pria kelahiran 12 April 1973 itu pun bertobat. Momen ketika ayahnya meninggal juga semakin menyadarkan Uje untuk kembali ke jalan yang benar. Kembali mendalami agama, ia pun perlahan merintis karier sebagai penceramah.

Selama menjadi pendakwah, karier suami dari Pipik Dian Irawati itu juga tak selalu mulus. Ia pernah ditolak mengisi ceramah di beberapa tempat karena masa lalunya sebagai pecandu narkoba.

Lambat laun, kepiawaian dan keluwesab Uje dalam berceramah mampu merangkul masyarakat dari banyak kalangan. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Aktif menjadi pendakwah sejak 2000, Uje dikenal sebagai Ustad Gaul.

Sampai tahun 2013 ini, karir Uje sebagai pendakwah pun terus bersinar. Kepiawainnya dalam berinteraksi dengan anak muda dan lantunan suara merdunya ketika membawakan tembang rohani menjadi nilai tambah.

Namun perjalanan hidup Uje itu berakhir pada Jumat (26/4) dinihari kemarin. Bertolak dari Kemang untuk menujuk kediamannya di Bintaro, Uje yang mengendarai motor besar Kawasaki ER miliknya tak pernah sampai tujuan.

Di sebuah belokan ke kanan di jalan Gedung Hijau Raya, Uje tak bisa menguasai motornya yang melaju dalam kecepatan tinggi. Uje tersungkur setelah sebelumnya menabrak trotoar dan pohon palem.

Pihak keluarga kaget dan terpukul dengan kepergian Uje. Ibunda alharhum ternyata sempat mendapatkan tanda-tanda 'pamit' dari sang putra. Tanda-tanda yang baru dia sadari setelah Uje tiada.

"Belakangan ini dia suka bicara aneh, tapi kita nggak ambil kesimpulan. Dia juga pernah bilang ' Jeffry sudah jatuh tempo, nih'. Kita mah nggak mikir apa-apa, eh tahunya umurnya yang jatuh tempo," kata ibunda Uje, Tatu Mulyana di rumah duka di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangsel, Jumat (26/4/2013).

Munajat Imam Syafi'i

Kepada-Mu -wahai Ilah segenap makhluk
Wahai Pemilik anugerah dan kebaikan, kuangkat harapanku, walaupun aku ini seorang yang bergelimang dosa
Tatkala hati telah membatu dan sempit segala jalanku, kujadikan harapan pengampunan-Mu sebagai tangga bagiku

Kurasa dosaku teramatlah besar, tetapi tatkala dosa-dosa itu kubandingkan dengan maaf-Mu -wahai Rabb-ku-, ternyata maaf-Mu lebihlah besar

Terus menerus Engkau Maha Pemaaf dosa, dan terus menerus Engkau memberi derma dan maaf sebagai nikmat dan pemuliaan
Andaikata bukan karena-Mu, tidak seorang pun ahli ibadah yang tersesat oleh Iblis bagaimana tidak, sedang dia pernah menyesatkan kesayangan-Mu, Adam
Kalaulah Engkau memaafkan aku, Engkau telah memaafkan seorang yang congkak, zhalim lagi sewenang-wenang yang masih terus berbuat dosa

Andaikata Engkau menyiksaku, tidaklah aku berputus asa, walaupun diriku telah engkau masukkan ke dalam Jahannam lantaran dosaku
Dosaku sangatlah besar, dahulu dan sekarang, namun maaf-Mu -wahai Maha Pemaaf- lebih tinggi dan lebih besar

Quran Explorer

Quran Explorer ini memudahkan bagi kita dalam membaca Al-Quran dan memahami artinya serta kita bisa membaca sambil mendengarkan mp3 dari ayat-ayat tersebut.
silahkan klik Quran Explorer

SEJARAH SINGKAT BIOGRAFI KH. MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN

Hari Selasa, 11 Jumada Al-Tsaniyah 1235 H atau 1820 M. ‘Abd Al-Latif, seorang kiai di Kampung Senenan, desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan,Kabupaten Bangkalan, Ujung Barat Pulau Madura; merasakan kegembiraan yang teramat sangat. Karena hari itu, dari rahim istrinya lahir seorang anak laki-laki yang sehat, yang diberinya nama Muhammad Khalil.


Kiai ‘Abd. Al-Latif sangat berharap agar anaknya di kemudian hari menjadi pemimpin ummat, sebagaimana nenek moyangnya. Seusai meng-adzani telinga kanan dan meng-iqamati telinga kiri sang bayi, Kiai ‘Abdul Latif memohon kepada Allah agar Dia mengabulkan permohonannya.



K.H. Khalil berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, K.H. ‘Abd Al-Latif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah ‘Abd Al-Latif adalah Kiai Hamim, anak dari Kiai ‘Abd Al-Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kiai Muharram bin Kiai Asra Al-Karamah bin Kiai ‘Abd Allah b. Sayyid Sulaiman. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati. Maka tak salah kalau Kiai ‘Abd Al-Latif mendambakan anaknya kelak bisa mengikuti jejak Sunan Gunung Jati karena memang dia masih terhitung keturunannya.




Makna Lagu Tanduk Majeng (Madura)

Lagu sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat memiliki dimensi yang sangat kompleks. Dalam kehidupan masyarakat, aktivitas keseharian mereka dapat diekspresikan dalam lagu, sehingga kita dapat melihat banyak corak dan ragam lagu yang diciptakan berkaitan dengan aktivitas yang mengekspresikan mata pencaharian, ekspresi cinta dan kasih sayang, cinta tanah air, keagamaan, kekaguman pada alam, aktivitas politik, hubungan sosial dan lain sebagainya. Indonesia adalah Negara kepulauan dimana pulau-pulau terbentang dari sabang sampai merauke.Selain sebagai Negara Kepulauan,Indonesia juga dapat dikategorikan sebagai Negara maritim,memiliki masyarakat maritim dari berbagai wilayah dan etnis. Masyarakat maritim ini memiliki lagu-lagu daerah dan lagu-lagu nasional yang diciptakan sejak dulu sampai sekarang, yang mengekspresikan jiwa kemaritiman mereka.

LAKI Serukan Pemberantasan Korupsi di Pamekasan - Portal Berita Jawa Timur

LAKI Serukan Pemberantasan Korupsi di Pamekasan - Portal Berita Jawa Timur

Mahfudz Tejani: Lelang Buku Untuk Pipiet Senja

Mahfudz Tejani: Lelang Buku Untuk Pipiet Senja: Para penggemar novel di Indonesia tentunya tidak asing dengan seorang novelis yang bernama Pipiet Senja. Seorang nenek yang tidak perna...

Imam Ghazali

Nasehat Imam Ghazali Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya….pertama,”Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab “orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya”. Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185) Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua…. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”. Murid -muridnya menjawab “negara Cina, bulan, matahari dan bintang -bintang”. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU”. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga…. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawah “gunung, bumi dan matahari”. Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’Raf 179).Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab “besi dan gajah”. Semua jawapan adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab 72).Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya. Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”…Ada yang menjawab “kapas, angin, debu dan daun-daunan”. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat. Dan pertanyaan keenam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”…Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”. Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA” Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Petualang Cinta: Berdoa Dengan Sifat Allah

Petualang Cinta: Berdoa Dengan Sifat Allah: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ TUHAN Engkau Pencipta alam yang ada dan tiada Engkau tunjukkan kekuasaanMu mewujudkan yang tia...

Cintai Allah Sebelum Cintai Dia | iluvislam.com discover the beauty of islam

Cintai Allah Sebelum Cintai Dia | iluvislam.com discover the beauty of islam

Slogan Presiden. - calon presiden Bermimpi Itu Indah

Bermimpi Itu Indah, karena didalamnya ada doa, harapan, keoptimisan dan sumber percaya diri...

AJARAN ISLAM DALAM CERITA “ARJUNA WIWAHA”

Arjuna Prabu Katili

Lakon cerita Arjuna Wiwaha atau Partodewa merupakan salah satu bagian cerita  “Mahabharata” bagian ke III, yaitu “Wanaparwa”. Diciptakan oleh Empu Kanwa pada masa pemerintahan raja Airlangga 914 – 946 Saka atau 1019 – 1042 Masehi. Cerita ini merupakan symbol bagi seseorang (ARJUNA) yang berjuang melawan godaan dan nafsu angkara murka (NIWATAKAWACA).  Jika seseorang mampu mengatasi segala macam godaan dari berbagai macam nafsu angkara murka maka akan memperoleh kebagahagiaan baik di dunia maupun di akhirat (Syurga).

Diceritakanlah, suatu ketika Arjuna satriya panengah Pandawa berniat untuk mencari kebahagiaan sejati dengan melakukan tapa memohon kepada Tuhan agar segala keinginannya untuk memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat dikabulkan. Akan tetapi di dalam upayanya itu Arjuna dihalangi dengan segala daya dan tipu muslihat oleh Prabu Nitakawaca seorang raja raksasa dari negeri Himantaka. Dengan kesaktian Arjuna pada akhirnya Nitakawaca dapat dikalahkan hingga perlaya. Jadilah Arjuna satriya panengah Pandawa ini seorang raja kerajaan bidadari di syurga bergelar Prabu Katili.

Dewi Wara Sumbadra istri Arjuna dan kakaknya Sri Kresna menyusul Arjuna Sang Prabu Katili di kerajaan Bidadari di Syurga. Dalam perjalannya menuju syurga Sri Kresna dan Dewi Wara Sumbadra melihat neraka dengan penghuninya yang sedang disiksa dengan segala derita yang dialaminya sampai di Kerajaan Bidadari di Syurga.  Permaisuri Arjuna, Dewi Wara Sumbadra dan kakanya Sri Kresna menjumpai dan menyaksikan secara langsung Prabu Katili, Sang Arjuna  dengan segala kebagahagian hidup yang dialaminya.

Singkat cerita dengan bujukan Sri Kresna dan istrinya, Dewi Wara Sumbadra yang sangat dicintainya itu, akhirnya Prabu Katili Arjuna mau kembali ke Marcapada (dunia) untuk kembali merajut kebahagiaan di dunia bersama istrinya Dewi Wara Sumbadra.

Menurut pendapat Tumenggung Dipaningrat dari Solo, “Walaupun sumber cerita di atas diambil dari cerita Mahabharata, tetapi dalam cerita pedalangan telah dirubah demikian banyak dan disesuaikan dengan ajaran ke- Islaman”.( Unsur Islam Dalam Pewayangan,hal.97 )

Prabu Nitakawaca
Kesimpulan dari cerita Arjuna Wiwaha atau Partodewa adalah menggambarkan apabila seseorang mampu mengalahkan dan mengendalikan berbagai macam godaan serta nafsu jahat yang ada dalam dirinya (NITAKAWACA) maka akan mendapat kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini sebagaimana terdapat dalam kita suci Al-Qur’an Surat yang menyebutkan:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan pekerjaan yang baik-baik, mereka itu ialah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka, sorga-sorga tempat ketetapan, yang mengalir padanya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah rela kepadanya dan mereka lela pula kepadanya. Yang demikian itu untuk orang yang tunduk kepada Tuhannya”.       
            [ AL-QUR’AN SURAT ALBAYYINAH: 7 - 8 ]




Sabtu, 3 Desember 2011
Slamet Priyadi di  Lido - Bogor


Tinggi dengan Bertawadhu'





قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ ـــــ أبو نعيم


"Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam bersabda, yang artinya,”Barang siapa bertawadhu karena Allah maka Allah meninggikannya”. (Riwayat Abu Nu’aim, dihasankan oleh Al Hafidz As Suyuthi)

Mengenai hakikat tawadhu’ Imam Hasan Al Bashri menyampaikan,”Yakni ketika seseorang kaluar dari rumahnya, maka ia tidak bertemu seorang Muslim pun kecuali ia menyangka bahwa ia (yang dijumpai itu-pent.) lebih baik dari dirinya sendiri (Az Zuhd karya Imam Ahmad, hal. 298).
Imam Al Ghazali menyampaikan mengenai tawadhu lebih terperinci, beliau berpesan,”Jika engkau melihat anak kecil, katakanlah dalam hatimu, 'Ia belum pernah bermaksiat kepada Allah. Sedangkan aku telah bermaksiat. Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih baik dariku.' Jika engkau melihat orang yang lebih tua katakanlah,’Orang ini telah beribadah sebelum aku melakukannya. Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih baik dariku.’ Jika melihat orang alim (pandai), katakan,’Orang ini telah memperoleh apa yang belum aku peroleh. Maka, bagaimana aku setara dengannya.’Jika dia bodoh, katakan dalam hatimu,’Orang ini bermaksiat dalam kebodohan, sedangkan aku bermaksiat dalam keadaan tahu. Maka, hujjah Allah terhadap diriku lebih kuat, dan aku tidak tahu bagaimana akhir hidupnya dan akhir hidupku.’ Jika orang itu kafir, katakan,’Aku tidak tahu, bisa saja dia menjadi Muslim dan akhir hidupnya ditututup dengan amalan yang baik dan dengan keislamannya dosanya diampuni. Sedangkan aku, dan aku berlindung kepada Allah dari hal ini, bisa saja Allah menyesatkanku, hingga aku kufur dan menutup usia dengan amalan keburukan. Sehingga ia kelak termasuk mereka yang dekat dengan rahmat sedangkan aku jauh darinya.’” (Maraqi Al Ubudiyah, hal.79)
Merujuk dari Ibnu Al Athaillah, Al Allamah Al Munawi menyampaikan bahwa tawadhu’ hakiki adalah tawadhu’ yang timbul dari persaksian akan kebesaran Allah. Sehingga, tawadhu kepada manusia dengan berkeyakinan bahwa dirinya besar, maka hal itu bukanlah tawadhu’, namun serupa dengan takabur (Faidh Al Qadir, 6/141).
Walhasil, barang siapa menginginkan diangkat oleh Allah maka hendaknya ia bertawadhu’. Dan derajat ketinggian menyesuaikan dengan kadar perendahan hamba.

Berdoa Dengan Sifat Allah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

TUHAN
Engkau Pencipta alam yang ada dan tiada
Engkau tunjukkan kekuasaanMu
mewujudkan yang tiada
mentiadakan yang ada
sehingga adanya dan tiadanya
menunjukkan adaMu
wahai Dzat Yang Maha Ada (Al-Wujudu)

TUHAN
Terimakasih Engkau telah mewujudkanku
dari ketiadaanku
ridhai keyakinanku
hanya dari Engkaulah semua yang ada bermula
dan pasti akan kembali kepadaMU jua
wahai Dzat Yang Maha Awal (Al-Qidamu)

TUHAN
SelainMu pasti binasa
hanya Engka yang maha perkasa
Engkau ciptakan kami dalam kelemahan
maka berilah kami kekuatan
abadikan keyakinanku tentangMu
wahai Dzat Yang Maha Abadi (Al-Baqa)

TUHAN
Kesempurnaan dalam DzatMU
Kesempurnaan dalam SifatMU
Kesemprnaan dalam Af''alMU
Sungguh Engkau tidaklah sama dengan ciptaanmu
Engkau Maha Sempurna
Wahai Dzat Yang Beda Dengan MakhlukNYA (Mukhalafatu Lil Hawaditsi)

TUHAN
Lemahku membutuhkanMU
karena hanya engkalah Yang maha kuat
tidaklah sedikitpun Engkau butuhkan ciptaanMU
kuatkan cintaku agar selalu bersemayam dalam jiwaku
wahai Dzat Yang berdiri dengan sendiri-Nya (Qiyamuhu Binafsihi)

TUHAN
Hanya engkau tempat aku memohon
kepada Engkau aku kembali
satukan hatiku
satukan jiwaku
satukan sirku karena kasih sayangMU
hingga aku menjadi satu dan menyatu
wahai Dzat Yang Maha Esa, Satu (Al-Wahdaniyatu)

TUHAN
Pencipta Alam semesta
Penguasa jagad raya
jiwaku dalam genggamanNYA
hidup matiku dalam kuasaNYA
ampuni dosa-dosaku
kabulkan permohonanku
wahai Dzat Yang Maha Kuasa) (Al-Qudratu)

TUHAN
Tak satupun yang mampu menolak apa yang Engkau kehendaki
Aku pasrahkan segenap jiwa dan ragaku
semua yang terjadi atas kehendakmu
dalam lemahku aku memohon
hendakilah aku sebagai hambamu
yang Engkau lepaskan dari rasa takut dan kesedihan
wahai Dzat Yang Maha Berkehendak (Al-Iradatu)

TUHAN
Tidak ada sekecil apapun yang ghaib bagiMU
IlmuMu meliputi segala ciptaanMU
Karuniailah aku ilmu
ajari aku tentangMU hingga aku mengenalMU
wahai Dzat Yang Maha Tahu (Al-Ilmu)

TUHAN
Hidupkanlah jiwaku
Hidupkan cintaku dalam hati makhlukMU
wahai Dzat Maya Hidup (Al-Hayatu)

TUHAN
Jadikan aku hambaMU
yang senantiasa mendengarkan perkataan
dan mengikuti apa yang baik dari perkataan itu
serta dengarkanlah rintihan hatiku
ampuni dosa-dosaku
wahai Dzat Yang Maha Mendengar (As-Sama'u)

TUHAN
Jadikan aku hambaMU yang selalu melihat aibnya sendiri
hingga tidak tampak baginya aib orang lain
bersihkan hatiku agar aku bisa melihat kebesaranMU
wahai Dzat Yang Maha Melihat (Al-Basharu)

TUHAN
Tuntun aku agar selalu berbicara kebesaranMU
Peliharahal perkataanku dari perkataan yang sia-sia
jadikan apa yang aku tulis ini sebagai pengganti dari ucapanku
semoga bermanfaat bagiku serta bagi yang membacanya
wahai Dzat Yang Maha Berbicara (Al-Kalamu)

وَالحَمْدُ لِله رَبِّ الْعَالَمِيْن

AAMIIN

Aku Merindukanmu

Atas NamaMu Yang tidak akan pernah lenyap dari hatiku
izinkan aku menguraikan kata yang selama ini aku pendam.
Rasa syukurku yang akan selalu menemani hembusan nafasku
sungguh Engkau Maha Kasih Sayang.
Mulai dari ketiadaanku Kau genggam aku dengan Tangan KasihMu
walau kadang aku tidak merasa betapa besarnya cintaMU
 dan lalai untuk selalu menghambakan diri kepadaMu.
berburuk sangka serta menduakanMU dalam keyakinanku.
kini aku sadar sesungguhnya semua ini atas kehendakMU.
salah satu caraMU agar aku tahu bahwa sesungguhnya 
Engkaulah Sang Penguasa Jagad ini.
satu persatu Engkau ambil orang yang aku sayang dan menyayangiku.
hingga aku tahu dan meyakini sesungguhnya hanya Engkaulah yang dapat aku andalkan.
Hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Sayang.
TUHAN
Amalku tidak mungkin memadai Kasih SayangMu
Namun  kerelaanku atas semua kehendakMU tidak akan pernah lenyap.
Bimbing Aku
Wahai Dzat Yang Maha Membimbing.

AAMIIN
 


Carakan Madura: Carakan Madura - Chapter 8

Carakan Madura: Carakan Madura - Chapter 8: Carakan Madura - bagian 8 Carakan Madura • Aksara carakan madura ( aksara kene’ ) bannya’na badha 20 macem se enyamae aksara GAJANG, pol...

Ulama Akhirat dan Ulama Dunia



Ulama Akhirat dan Ulama Dunia

Perkara yang sangat disesali apabila ada Ulama yang tenggelam dalam kemasyhuran duniawi sehingga mereka dikenali sebagai ulama dunia ataupun Ulamas su’.
 Siapa dan apakah ciri-ciri Ulama dunia ini.

          Mujdab Mahali dan Umi Mujawazah Mahali menjelaskan yang mereka itu ahli agama yang menggunakan ilmu mereka demi kepentingan dunia, sehingga melupakan kepentingan akhirat.

Ulama-us su' yang suka mencetuskan fitnah serta gemar memberi fatwa-fatwa yang sesat adalah sangat berbahaya kepada masyarakat. Maka tidak heranlah mengapa Rasulullah mendakwa bahawa ulama-us su' merupakan sejahat-jahat manusia sebagaimana kisah ini. Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, ``Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling buruk atau jahat?'' Rasulullah menjawab, ``Ya Allah, hapuskanlah dosa-dosa kami. Bertanyalah kamu daripada hal-hal kebaikan dan janganlah bertanya daripada hal kejahatan. (Ketahuilah) Sejahat-jahat manusia itu, ialah seburuk-buruk ulama di tengah-tengah manusia.'' (Riwayat al-Bazzar). Dan benarlah juga pesanan yang diutarakan oleh Mu`az bin Jabal ``Hendaklah kamu berhati-hati dan takut terhadap tergelincirnya seorang alim kerana kedudukannya yang agung di sisi orang ramai. Kemudian orang ramai itu ikut sama tergelincir dengannya.''

Sedangkan Ulama pewaris para Nabi adalah sebagaimana sabda Rasulullah,

 “Ulama adalah pewaris para nabi.”
(HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)

Imam Nawawi al-Bantani menjelaskan kriteria ulama pewaris para nabi ini. Menurut beliau mereka adalah hamba Allah yang beriman, menguasai ilmu syariah secara mendalam dan memiliki pengabdian yang tinggi semata-mata  karena mencari keredhaan Allah SWT; bukan keredhaan manusia. Dengan ilmunya, mereka mengembangkan dan menyebarkan agama yang haq, baik dalam masalah ibadah maupun muamalah.

Menurut beliau, beberapa ciri-ciri ulama pewaris nabi antara lain:

a.       Memiliki keimanan yang kokoh, ketakwaan yang tinggi, berjiwa istiqamah dan konsisten terhadap kebenaran;
b.      Memiliki sifat-sifat kerasulan: jujur (shiddiq), amanat (amanah), cerdas (fathanah) dan menyampaikan (tablig);
c.       Faqih fi ad-Din sampai rasikhun fi al-Ilm’;
d.      Mengenal situasi dan kondisi masyarakat;
e.       Mengabdikan seluruh hidupnya untuk memperjuangkan dan menegakkan ajaran Allah SWT.

Itulah ulama akhira dan ulama dunia. Ulama akhirat menjadi contah, pamimpin umat dan menyebarkan ilmunya kepada masyarakat sedangkan Ulama dunia hanya menggunakan ilmu mereka bagi kepentingan hidup di dunia.

Biografi Sunan Kalijaga

Biografi Sunan Kalijaga | Biografi Tokoh Dunia | Biografi dan Profil Tokoh Terkenal

Wayan Dendra, Pemulung yang Sukses Jadi Anggota Dewan


Minggu, 20 Januari 2013 16:20 wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
SIDOARJO - Hidup sebagai rakyat miskin dirasakan I Wayan Dendra, yang kini menjadi warga Sidoarjo, Jawa Timur, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Puluhan tahun hidupnya serba kekurangan, namun tidak membuat Dendra patah semangat.

Sifat mandiri dan suka berinovasi membuat Wayan Dendra tumbuh berkembang. Meski akhirnya dia mampu bekerja sebagai karyawan disebuah perusahaan farmasi di Surabaya dengan jabatan penting, namun dilandasi dengan sifat kemandiriannya yang kuat membuat Wayan Dendra meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan dan lebih memilih menjalani profesinya sebagai pemulung.

Dengan hanya berbekal tekad dan keberanian yang kuat, tanpa mengenal rasa malu, putra pertama dari tiga bersaudara pasangan almarhum I Nengah Sateng dan Ni Nyoman Teke ini akhirnya berkecimpung didunia barang bekas.

Meski dibutuhkan tenaga ekstra, Wayan Dendra tetap semangat mendatangi sejumlah pabrik dan pusat perbelanjaan hanya untuk mencari limbah dan sampah bekas yang telah dibuang.

Dengan mendapatkan keuntungan bersih senilai Rp40 ribu pada awal aktivitasnya sebagai pemulung, Wayan Dendra makin bersemangat yang akhirnya membawa dirinya menjadi seorang pemulung yang sukses dan mampu mengumpulkan omzet puluhan juta rupiah per minggunya.

Meski harus bekerja dengan menggunakan pakaian apa adanya, bapak lima anak ini sehari-hari tidak malu jika harus berkecimpung dengan sampah dan barang bekas. Berkat keuletan dan kepiawaiannya dalam memilah barang-barang bekas, kini Wayan Dendra mampu menjadi pengusaha barang bekas dengan memiliki tempat usaha di lima kota di Jawa Timur dengan jumlah karyawan lebih dari 50 orang.

Tidak hanya sukses menjadi pengusaha barang bekas yang sukses, pria berusia 53 tahun ini juga menjadi seorang anggota legislatif di Sidoarjo. Melalui pengalamannya sebagai masyarakat miskin selama puluhan tahun, Wayan Dendra mampu merangkul sejumlah kalangan masyarakat yang akhirnya membawa dirinya menjadi salah satu anggota wakil rakyat yang duduk di kursi parlemen di tingkat Kabupaten Sidoarjo.

Kini Wayan Dendra yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Sidoarjo harus bisa mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat, baik sebagai wakil rakyat, tokoh partai dan sebagai koordinator pemulung di Sidoarjo.

Karena merasa berangkat dari bawah, Wayan Dendra tidak hanya mengambil keuntungan untuk dirinya pribadi dan keluarga, namun hasil keuntungan dari kerja kerasnya sebagai pemulung juga dia bagikan kepada sejumlah anak yatim dan kurang mampu melalui organisasi dunia UNICEF setiap bulannya.

Meski telah menjadi wakil rakyat dan sukses menjadi pengusaha barang bekas, namun sosok Wayan Dendra kini makin dikenal masyarakat Sidoarjo sebagai seorang pemulung. Disela aktifitasnya sebagai anggota legislative, dia masih mau berkecimpung sebagai pemulung.

Dia kini berharap apa yang telah dilakukannya sejak menjadi masyarakat miskin hingga  mendapat jabatan dan sukses menjadi pengusaha barang bekas dapat ditiru oleh masyarakat lainnya dengan berbekal semangat dan mengesampingkan rasa malu. Setiap orang bisa mampu menjadi sosok orang yang sukses.

(Pramono Putra/Sindo TV/ful)

Raffi Ahmad,Luna Maya,Irwansyah dan Zaskia Di tang...

Raffi Ahmad,Luna Maya,Irwansyah dan Zaskia Di tang...: Raffi Ahmad,Luna Maya,Irwansyah dan Zaskia Di tangkap Polisi terjerat Kasus Narkoba - Informasi terbaru dari kalangan dunia selebriti in...